ASKEP SOLUSIO PLASENTA PDF

rencana aSKEP. Uploaded by ASKEP PLASENTA PREVIA DAN SOLUSIO askep TTIK . RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN. TUJUAN . pendarahan Prapartum Kehamilan Ektopik Pendarahan Postpartum Sebab- Sebab Pendarahan Kehamilan ektopik merupakan kehamilan. post histerektomi a/i plasenta akreta + KJDK. histerektomi Makalah Askep Solusio Plasenta Solusio Plasenta. askep solusio plasenta.

Author: Vudoshura Zolosho
Country: Samoa
Language: English (Spanish)
Genre: Environment
Published (Last): 2 May 2009
Pages: 29
PDF File Size: 14.93 Mb
ePub File Size: 10.57 Mb
ISBN: 250-9-87005-784-6
Downloads: 38554
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Kajind

Plasenta Previa Full description. Plasenta Restan plasenta restanFull description. Plasenta Previa plasenta previa. Solusio Sakep askep solusio plasenta. Sop Manual Plasenta sop manual plasenta. Plasenta Rest Edit jhytcvtyghfg. Solusio plasenta PPT solusio plasentaDeskripsi lengkap. Woc Plasenta Previa Woc plasenta previa dan masalah keperawatan. Hpp Sisa Plasenta Lengkap long.

Lapsus Solutio Plasenta Tugas. HAP plasenta previa plasenta previa. Steven Ridwan Supervisor dr. Setelah nidasi embrio ke dalam endometrium, plasentasi dimulai.

post histerektomi a/i plasenta akreta + KJDK

Pada manusia, plasentasi berlangsung sampai minggu setelah fertilisasi. Sehingga kehamilan menjadi matang, trofoblas memainkan peranan penting dalam hubungan antara feto-maternal. Trofoblas memamerkan pelbagai struktur, fungsi, dan bentuk pertumbuhan pada semua komponen plasenta. Lapisan dalam disebut sitotrofoblas, merupakan sel mononuklear dengan batas sel yang tegas, disebut juga dengan sel Langhan.

Trofoblas yang berdiferensiasi menjadi sinsiotrofoblas dan sito trofoblas. Manakala trofoblas ektravili akan bermigrasi ke dalamdesidua dan miometrium dan juga berfungsi untuk menginvasi pembuluh darah ibu. Oleh itu, trofoblas ekstravili dapat diklasifikasikan lagi sebagai trofoblas interstisial dan trofoblas endovaskular.

Selain itu, trofoblas ini juga akan bertanggungjawab untuk menginvasi arteri spiralis. Ekstravili ditemukan di luar vili dan dapat di bedakan lagi kepada tipe endovaskular dan interstisial. Dikutip dari kepustakaan 2 Setelah aposisi, sel trofoblas akan menginvasi epitel endometrium lebih dalam, sehingga sekitar hari ke, blastosis akan tertanam di dalam endometrium seluruhnya.

Vili ini awalnya tersebar pada seluruh permukaan blastosis, tetapi kemudian mulai menghilang kecuali bagian yang tertanamyang akan menjadi plasenta. Setelah itu, tepat pada awal hari ke setelah fertilisasi, vili korion mulai terbentuk. Tali mesenkim yang terbentuk dari mesoderem ekstraembrio akan menginvasi kolum trofoblas yang solid, membentuk vili sekunder. Setelah angiogenesis bermula, vili tertier akan terbentuk. Walaupun pada awal implantasi, pembuluh darah ibu di penetrasi, darah dari ibu tidak akan masuk ke dalam rongga intervili sehingga hari ke Dan pada hari ke, pembuluh darah fetus mulai berfungsi dan sirkulasi plasenta terbentuk.

Vili ini tidak diinvasi oleh mesenkim fetus dan akan tertanam pada lapisan desidua di plat basalis. Oleh itu, dasar rongga intervili merupakan sisi maternal plasenta yang terdiri daripada sitotrofoblas dari sel kolumnar, sinsiotrofoblas, dan lapisan desidua pada plat basal. Sedangkan dasar untuk plat krion yang membentuk atap rongga intervili terdiri daripada 2 lapisan- luar dilapisi oleh trofoblas dan dalam dilapisi oleh mesoderem. Plat korion yang definit terbentuk pada minggu ke bersamaan dengan amnion dan plat korion bagian mesenkim bergabung.

Pembentukan ini di lengkapi dengan pembesaran kantung amniondimana pada saat yang sama, akan membentuk tali pusat. Pada bagian maternal, permukaan plasenta lebih kasar dan agak lunak, dan mempunyai struktur poligonal yang disebut sebagai kotiledon.

makalah plasenta akreta – PDF Free Download

solysio Setiap kotiledon terbentuk berdasarkan penyebaran cabang dari pembuluh darah fetal yang akan menvaskularisasi stem vili dan cabang-cabangnya. Permukaan 4 plasenta bagian maternal berwarna merah tua dan terdapat sisa dari desidua basalis yang ikut tertempel keluar.

Skema potongan melintang sirkulasi plasenta yang aterm. Dikutip dari kepustakaan 3 Selaput korion akan tersebar menjadi lapisan luar untuk 2 membran, yaitu yang menutupi plat korion pada plasenta bagian plqsenta dan cairan amnion.

  APC 7921 PDF

Amnion merupakan lapisan membran yang tipis dan avaskuler yang membungkus fetus, dapat dipisahkan dari korion setelah lahir. Di bawah lapisan amnion, pembuluh darah korion bersambungan dengan pembuluh darah fetus membentuk struktur yang dinamakan tali pusat.

Tali pusat berisi 2 arteri, 1 vena umbilikalis dan massa mukopolisakarida yang disebut jeli Wharton. Vena berisi darah penuh oksigen sedangkan arteri yang kembali dari janin berisi darah kotor. Pembuluh darah tali plasfnta berkembang dan berbentuk seperti heliks agar terdapat fleksibilitas. Oleh itu plasenta sebagai organ yang mempunyai fungsi sebenarnya adalah rongga yang beisi darah ibu, yang plwsenta sisi maternal tertempel pada plat desidua, dan pada sisi fetal ditutupi oleh plat korion dengan vili-vili korion yang bercabang ke dalam takungan darah ibu.

Terdapat sinus-sinus arteri dan vena yang tersebar pada plat desidua yang berfungsi untuk mensuplai dan aliran keluar darah dari rongga ini. Dikutip dari kepustakaan 3 6 II. Endometrium atau sel desidua di mana terjadi nidasi menjadi pucat dan besar disebut sebagai reaksi desidua yang berfungsi sebagai pasokan makanan.

Sebagian lapisan desidua mengalami fagositosis oleh sel trofoblas. Embrio yang terbentuk telah dikelilingi oleh plasenta yang sedang berkembang, dimana pada stadium ini terdiri daripada dua subtipe asas trofoblas, yaitu sinsiotrofoblas yang berhubungan langsung dengan jaringan tisu ibu serta sitotrofoblas yang akan berkembang menjadi vili.

Vakuola tumbuh dengan cepat dan bergabung membentuk satu lakuna, yang merupakan prekursor asiep ruang intervillosa. Lakuna dipisahkan oleh pita trabekula, dimana dari trabekula inilah nantinya villi berkembang.

Pembentukan lakuna membagi trofoblas kedalam 3 lapisan, yaitu: Aktifitas invasif lapisan sinsitiotrofoblas menyebabkan disintegrasi pembuluh darah endometrium kapiler, arteriole dan arteria spiralis.

Pada perkembangan selanjutnya lakuna yang baru terbentuk bergabung dengan lakuna yang telah ada dan dengan demikian terjadi sirkulasi intervillosa primitif.

Struktur plasenta Dikuti dari ke ustakaan 5 d Stadium Villi Stadium ini bermula dari hari ke setelah konsepsi dan merupakan stadium pembentukan vili yang telah diterangkan dengan jelas pada pendahuluan referat ini. Kemudian, ia merusakkan endotelium vaskular secara mekanisme apoptosis, menginvasi dan melakukan modifikasi pada media pembuluh darah. Akhirnya, menyebabkan fibrin menggantikan otot polos dan jaringan tisu melapisi vaskular.

Proses invasi ini melibatkan dua fase, pertama berlaku sebelum minggu ke setelah fertilisasi yang hanya melibatkan setinggi batas desidua dan miometrium, dan fase kedua berlaku diantara minggu ke dan melibatkan invasi segmen intramiometrium arteri spiralis.

Proses ini mengubah lumen ateri yang sempit, dan berotot kepada pembuluh darah uteroplasenta yang lebih berdilatasi dan kurang resistensi. Dikutip dari kepustakaan 6 f Pembentukan Sirkulasi Utero-fetoplasental Pada akhir trimester solusioo, plak trofoblas menjadi lama dan darah plasrnta masuk ke rongga intervili membentuk aliran darah arteri pertama ke plasenta.

Aliran masuk bermula pada bagian atas plasenta yaitu bagian yang lebih dekat dengan epitelium endometrium 9 Gambar 8. Disebabkan bagian ini berkembang paling akhir berbanding bagian bawah yang mulai berkembang sejak awal setelah implantasi, maka plak yang terbentuk lebih senang untuk dipenetrasi oleh sel darah.

Pada stadium ini, vili plasenta akan berdegenerasi menjadi lebih luas dan krion menjadi lebih licin. Regresi ini kemudian menyebabkan pembentukan membran fetus atau korion leave dan bagian selebihnya menjadi korion frondosum- yaitu bentuk definit cakera plasenta.

Aliran masuk bermula pada bagian atas plasenta yaitu bagian yang lebih dekat dengan epitelium endometrium Dikutip dari kepustakaan 6 g Pematangan plasenta Setelah mencapai batas usia tertentu, plasenta mengalami penuaan, ditandai dengan terjadinya proses degeneratif pada plasenta.

  LARAVEL FROM APPRENTICE TO ARTISAN PDF

Perubahan pada villi meliputi: Pengurangan ketebalan sinsitium dan munculnya simpul sinsitium agregasi sinsitium pada daerah axkep pada sisi villi, 2. Berkurangnya jaringan stroma termasuk sel Hofbauer, 4 obliterasi beberapa pembuluh darah dan dilatasi kapiler, 5. Penebalan membrana basalis endotel janin dan sitotrofoblas, dan 6 deposit fibrin pada permukaan villi.

Perubahan pada desidua berupa deposit fibrinoid yang disebut lapisan Nitabuch 10 pada bagian luar sinsitiotrofoblas, sehingga menghalangi invasi desidua selanjutnya oleh trofoblas. Pada ruang intervillus juga terjadi degenerasi fibrinoid dan membentuk suatu massa yang melibatkan sejumlah villi disebut dengan white infarct, berukuran dari beberapa milimeter sampai satu sentimeter atau lebih.

makalah plasenta akreta

Klasifikasi atau bahkan pembentukan kista dapat terjadi daerah ini. Terbentuknya sintiotrofoblas Periode Lakunar. Pembuluh darah endomertrium diinvasi.

Mesoblas menginvasi vili membentuk dasar. Dikutip dari solussio 6 Plasenta merupakan struktur utama yang menjadi penghubung antara fetus dan sekelilingnya. Umumnya, lapisan trofoblas dan lapisan endotel pembuluh darah fetus berfungsi sebagai membran semi permeabel. Selain tu, ada juga mekanisme difusi aktif supaya proses difusi dapat dipercepatkan dan molekul besar seperti protein dapat melewati plasenta.

Fungsi plasenta antara lain adalah untuk respirasi, nutrisi, obat serta sebagai organ endokrin. Secara garis besar, fungsi plasenta melibatkan proses transfer molekul dari ibu ke anak, dan proses ini adalah proses difusi, yaitu pepindahan molekul dari larutan yang berkosentrasi tinggi ke larutan yang berkosentrasi rendah melalui membran semipermeabel.

Proses difusi yang telibat adalah difusi pasif, yaitu difusi sederhana dan difusi terfasilitasi, dan difusi aktif, tansfer yang menggunakan ATP sebagai sumber tenaga.

Ion Hidrogen, bicarbonate dan asam laktat dapat menembus plasenta melalui difusi sederhana sehingga status keseimbangan asam-basa antara ibu dan anak sangat berkaitan erat. Perbedaan kosentrasi oksigen dan karbon dioksida pada pembuluh darah ibu dan fetus.

Dikutip dari kepustakaan 6 plasenta. Bila pasokan darah ibu terbatas seperti yang terjadi pada penyakit hipertensi dalam kehamilan, penuaan plasenta sebelum saatnya, kehamilan postmatur, hiperaktivitas uterus atau wskep talipusat, maka ketoasidosis pada janin dapat terjadi secara terpisah dari asidosis maternal.

Nutrien yang kompleks akan dipecah menjadi komponen sederhana sebelum di transfer dan mengalami rekonstruksi ulang pada villi chorialis janin. Jumlah glukosa yang mengalami transfer meningkat setelah minggu ke Sampai akhir kehamilan, kebutuhan glukosa kira-kira 10 gram per kilogram berat janin, kelebihan glukosa dikonversi menjadi glikogen dan lemak.

Glikogen disimpan di hepar dan 13 lemak ditimbun disekitar jantung, belakang skapula. Hal ini menyebabkan adanya cadangan energi sebesar Gambaran skematik untuk transfer menimbulkan permasalahan.

Lemak dalam nutrisi antara maternal dan fetal. Glukosa, keton, bentuk asam lemak bebas sulit untuk di dan beberapa asam amino melewati plasenta dari axkep. Lemak yang mengalami proses ibu ke fetus melalui mekanisme difusi. Trigleserida dalam darah ibu dihidrolase di dalam plasenta transfer di resintesa kedalam bentuk fosfat menghasilkan asam lemak yang ada di dalam dan lemak lain axkep disimpan dalam jaringan sirkulasi fetus.

Insulin dan glukagon tidak dapat lemak sampai minggu ke Setelah itu, melewati plasenta tetapi secara solusip langsung dapat merubah kosentrasi nutrisi ibu. Bahan yang dapat melewati membran ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: